Nahh... aku baru selesai membuat cerpen, akhirnya aku berhasil membuat cerpen sampai tamat. Sebenernya sih aku pernah bikin cerpen tapi gak pernah tamat, mungkin karena mood aku yang sering berubah-ubah, apalagi kalo konfliknya udah mentok, gak tau mau ngapain lagi deh.
Aku mau nge-post cerpen buatan aku nih, cerpen ini sebenernya adalah tugas sekolah aku. tema nya tentang persahabatan. dan aku yakin cerpen ini masih banyak salahnya dalam penulisannya maupun isinya yang mirip-mirip cerita di sinetron hehehe :P
jadi, maaf ya kalau ceritanya jelek :)
enjoy !!!
SELAMAT TINGGAL SAHABATKU
Pagi hari itu sama seperti hari hariku biasanya di sekolah, aku selalu gembira setiap pergi ke sekolah, disana aku bertemu dengan sahabat-sahabatku, Farah, Novie,Fajar, dan Ghazi. Aku dan mereka tergabung dalam geng yang kami beri nama BUTTERFLY, kami memang sudah berteman sejak kecil hingga sekarang saat kami SMA, banyak kejadian yang kami lewatkan bersama-sama, mulai dari bertawa bersama, sampai merasakan kesedihan bersama-sama. Namaku adalah Halfi, salah satu dari anggota geng ini.
Saat aku tiba di gerbang sekolah kami yang tercinta ini, aku melihat Novie di depanku sambil memainkan BB-nya
“pagi, Noviee !!!” sapaku dengan ceria
“pagi juga Halfi !!” tak kalah cerianya denganku
“eh, mana yang lain ??” tanyaku sambil menglihat kekanan dan kekiri
“hah? Siapa?” tanyanya kembali
“itu lho.. si Fajar, Farah sama Ghazi, mana mereka ?? tanyaku tidak sabar
“oh... gak tau tuh, mungkin udah di kelas” kata Novie
Saat kami sedang asik berbincang-bincang , tiba-tiba bel berbunyi
“kriiiiiiiiiiingggggg”
Kami pun masuk ke kelas dengan tergesa. Sesampainya di kelas, kami pun bertemu dengan Farah, Fajar dan Ghazi
“waahh.. kalian telat, kemana aja tuh kalian ??” tanya Ghazi
“mungkin asik ngerumpi tuh !! hahaha” kata Fajar terkekeh
“yee... mana ada” bantah Novie
Aku hanya bisa tertawa melihat tingkah sahabat-sahabatku, lalu aku pun memalingkan muka ku, dan kulihat Farah sedang duduk sendirian di pojokan kelas membaca sebuah buku. Farah adalah orang paling pendiam dalam geng kami, dia juga pintar dan baik, juga primadona di kelas bahkan di sekolah. Di mataku dia sangat sempurna, dia selalu membanggakan orangtuanya dengan segala prestasinya.
“hai... Farah !!” sapaku dengan manis
“oh.. haii Halfi” kata Farah sedikit kaget
“lagi baca apa ?” tanyaku penasaran
“ini buku kumpulan rumus matematika” kata Farah datar
“oh.. emm oke”kataku tak tau mau berkomentar apa
Tiba-tiba dari arah pintu kelas, datanglah seorang guru berjalan yang tergesa-gesa , guru itu bernama pak Joko, beliau adalah guru matematika kami yang terkenal galak. Saat pak Joko itu datang kami pun duduk dengan tertib di meja masing-masing. Pak Joko pun memulai pembicaraannya.
“anak-anak hari ini kita ulangan matematika ya” kata pak Joko santai
Sontak, kelas pun kaget dengan berita ini
“lho.. kami kan belum belajar” kata Ghazi panik
“i-iya pak, kami kan belum belajar” kata Fajar panik sampai keringat dingin
“lho.. bukannya kalian seharusnya sudah belajar tiap malam ?” kata pak Joko tersenyum
Dan ulangan ini pun dimulai
“yess.. untung aku udah belajar tadi malam, aku yakin ulangan kali ini, aku akan mendapatkan nilai tertinggi” kataku dalam hati
“eh.. Halfi, bagi jawaban nomor 2 dong” bisik Novie yang duduk di sampingku
“iya nih” kataku sambil menyodorkan kertasku
Akhirnya setelah melewati saat-saat ulangan yang menyusahkan selama 45 menit. Kami pun di bolehkan pulang. Kami pulang dengan berjalan kaki bersama karena rumah kami berdekatan. Di jalan kami pun berbincang-bincang tentang ulangan matematika tadi.
“eh, ulangan tadi, susah banget ya !!” kata Novie menghela napas
“iya nih, susaahh bangettttt !!” kata Fajar tertunduk lesu
“makanya kalian belajar dong, aku yakin di ulangan ini aku akan mendapatkan nilai tertinggi” kataku dengan penuh percaya diri
“ sombonggg banget sih !!! hahaha” kata Novie bercanda
“kamu sih pinter, gak kayak aku, bodohh banget” kata Ghazi
“iya nih, kamu kan pinter sama kayak si farah, pasti kalian bagus deh nilainya” kata Fajar membuatku senang
“hehehehe” aku tersenyum kemenangan
Farah yang sejak daritadi membisu berkata dengan wajah pucat
“eh, a-aku pulang duluan yaa” kata Farah dengan wajah yang pucat seperti orang sakit
“kamu gak apa apa ??” kata Novie khawatir
“i-iya aku gak apa apa kok, aku pulang duluan ya” kata Farah tersenyum dan langsung berlari ke arah rumahnya
Aku hanya bisa menglihat dia berlari ke arah rumahnya. Sejak dulu aku merasa aneh saat kami SMA, Farah lebih diam dan sepertinya menyembunyikan sesuatu dari kami.
“eh fi, kenapa sih dia ?” tanya Fajar meyadarkan lamunanku
“gak tau” jawabku singkat
Keesokan harinya, saat pelajaran dimulai, pak Joko pun mengumumankan hasil ulangan matematika
“oke, anak-anak hasil ulangan kalian akan segera dibagikan, tapi hanya ada 1 orang yang nilai 90, dan itu adalah...” kata pak Joko tenang
Aku sudah tidak sabar mendengarnya. Aku sudah sangat siap jika namaku dipanggil. Aku berencana akan memperlihatkan kepada orangtuaku hasil ulanganku ini, mereka pasti akan sangat. Tapi kenyataan berkata lain.
“itu adalah.. Farah muharani, selamat ya” kata pak Joko sambil tersenyum ke arah Farah
“wahhh.. kamu hebat Farah, memang seorang siswi teladan” kata Fajar mengacungi jempol
“iya nih, hebat bnget bisa dapat nilai 90” kata Novie tersenyum
“em.. iya, makasih banyak ya” kata Farah tersenyum berusaha tetap rendah hati
Saat itu aku hanya tertegun menglihat kenyataan ini. Saat itu perasaanku campur aduk, entah harus senang karena sahabatku ini mendapatkan nilai yang paling tinggi atau sedih karena untuk sekian kalinya aku selalu yang menjadi nomor 2 dan Farah yang menjadi nomor 1. Sejak dulu memang aku sudah iri kepada Farah, Farah yang selalu menjadi nomor 1 dimanapun itu, selalu menjadi primadona di sekolah karena kecantikannya, selalu menjadi murid kesayangan guru, sedangkan aku hanya akan selalu menjadi nomor 2. Sejak dulu aku sudah belajar keras untuk mendapatkan nilai yang paling bagus, tapi selalu Farah yang ada di depanku.
Hari itu berlalu begitu saja, dan tanpa terasa timbul lah rasa benciku pada Farah yang selalu ada didepanku. Saat pulang sekolah, aku menghindari mereka, aku tidak ingin bertemu mereka.
Aku berjalan sendiri menyurusi jalan yang penuh dengan pepohonan rindang dan daun berguguran, sejenak perasaan ku menjadi tenang. Saat aku menikmati indahnya pepohonan itu, Aku melihat seseorang yang sangat aku kenal, dia menatapku dengan mata lembutnya, dan ia menghampiriku
“hai Halfi” sapa seseorang yang tak lain adalah Farah
“emm.. hai Farah” tanpa terasa aku berbicara dengan nada ketus
“em.. kamu marah ya ? aku dapat nilai 90” kata Farah mencoba bertanya
“em.. gak kok” kataku bohong
“aku minta maaf kalo aku ada salah tapi,tolong jangan benci aku” Farah melanjutkan
Aku hanya terdiam, pikiranku kosong, aku tak tahu mau berbuat apa. Lalu aku pergi meninggalkan dia sendiri. Sejenak aku berpikir semua ini bukan kesalahan Farah, ini bukan kehendak Farah, aku yang selalu menyalahkan Farah. Dan aku harus meminta maaf kepadanya.
Keesokan harinya, dengan segala niatku ingin meminta maaf kepadanya. Aku bertemu dengan ghazi dikelas tapi, Aku tak menglihat keberadaan farah di kelas.
“eh, Ghazi mana si farah?” tanyaku
“eh,Halfi em.. d-dia lagi dirumah sakit”kata Ghazi dengan nada pelan
“hah? Kenapa?dia sakit” tanyaku kaget
“iya, rencananya kami akan menjenguknya waktu pulang sekolah nanti” kata Ghazi
“kok aku gak dibilang ?” kataku kaget sekaligus kecewa
“kemarin mamanya bilang kalau dia pingsan dan waktu kami menelponmu, tapi telponnya gak diangkat” kata Ghazi
Setelah pulang sekolah aku langsung pergi ke rumah sakit tempat Farah dirawat. Saat aku tiba di rumah sakit, keadaan Farah sudah kritis, disana aku menglihat keluarga Farah, ayah dan ibu Farah tampak sedih. Aku pun menghampirinya dan bertanya
“em.. tante, gimana keadaan Farah” tanyaku khawatir
“H-Halfi, Farah kritis sebentar lai dia akan segera di operasi” kata mamanya Farah sambil menangis
Dari arah pintu masuk datanglah Novie, Ghazi, dan Fajar. Wajah mereka tampak sangat khawatir.
“tante, boleh kami menjenguk Farah?”aku bertanya
“ia, boleh kalian boleh masuk kok!” kata mamanya Farah.
Kami langsung masuk ke kamar tempat Farah dirawat, Aku melihat dia terbaring di tempat tidur dengan selang infus di tangannya. Kami semua terdiam melihat keadaan Farah seperti ini. Novie pun yang tidak sanggup melihat keadaan sahabatnya, Langsung menangis tersedu-sedu. Saat kami sedang menangis, Farah membuka matanya dia melihat kami dengan tatapan hangatnya.
“temen-temen, maafin aku ya kalo aku ada salah selama ini mungkin umurku gak panjang lagi, makasih udah jadi temen aku” kata Farah tersenyum lemah
Kami semua menangis mendengar perkataann Farah tadi. Dari arah pintu kamar, datanglah seorang dokter dengan pakaian operasi yang lengkap.
“maaf, bisakah kalian keluar Farah akan diperiksa untuk melakukan operasi” kata dokter itu tegas
Kami berempat pun keluar dari ruangan, kami berdoa agar Farah cepat sembuh dan kembali bermain bersama kami. Beberapa saat kemudian seorang dokter keluar dari ruangan operasi. Wajah dokter itu terlihat pucat.
“gimana keadaan Farah, dok ?” tanya Fajar khawatir
“maaf, tapi operasi ini gagal, pasien tidak dapat ditolong” kata dokter tersebut
Seketika kami semua menangis saat itu, aku sangat merasa bersalah karena aku selalu iri kepadanya. Kini hanya kenangannya yang menemani kami dalam menghadapi rintangan hidup ini
Terima kasih sudah menjadi temanku selama ini, aku akan selalu megingatmu. Selamat tinggal, sahabatku