Hari ini cukup melelahkan bagiku... padahal ini hari sabtu tapi, capek nya itu lhoo... udah seminggu ini aku terlalu banyak kegiatan, padahal uts udah lewat tapi gurunya masih kasih banyak pr
hufftt.... capek ya jadi pelajar, apalagi kalo udah kuliah gak kebayang gimana capeknya...
oya, kemarin kan hari guru, jadi sekolah aku tu mau buat semacam perayaan gitu... nanti setiap kelas kasih satu kue ulang tahun untuk gurunya, lalu masing-masing siswa memberikan 1 tangkai bunga mawar untuk gurunya... so sweet kan ??
pasti para guru senang hehehe :)
btw tentang kue, aku jadi teringat cheese cake yang dibawa temenku waktu perpisahan kelas dulu, cake itu buatan mamanya, rasa cakenya enak buaanggettt !!! lembut banget!!
jujur aja, aku gak begitu suka keju menurutku rasanya asam banget tapi, setelah makan cheese cake itu aku jadi suka sama keju..
penegn deh makan lagi :D
Sabtu, 26 November 2011
Senin, 24 Oktober 2011
Museum tsunami Aceh :)
kemarin aku baru aja pergi ke museum tsunami Aceh. rugi dong, aku tinggal di Aceh tapi gak pernah ke museum tsunami. hehehe :D
museum tsunami Aceh,sesuai namanya museum ini dibangun untuk memperingati tsunami yang terjadi di Aceh kira-kira 7 tahun silam. waktu itu umurku masih 8 tahun :)
tapi sayangnya aku datangnya telat jadi, museumnya udah tutup, akhirnya aku cuma jalan-jalan di luar museummya.disini cukup ramai kok. banyak keluarga yang menghabiskan weekend nya disini.
ini ada beberapa foto yang potret di luar museum :)
museum tsunami Aceh,sesuai namanya museum ini dibangun untuk memperingati tsunami yang terjadi di Aceh kira-kira 7 tahun silam. waktu itu umurku masih 8 tahun :)
tapi sayangnya aku datangnya telat jadi, museumnya udah tutup, akhirnya aku cuma jalan-jalan di luar museummya.disini cukup ramai kok. banyak keluarga yang menghabiskan weekend nya disini.
ini ada beberapa foto yang potret di luar museum :)
photo by me
Sabtu, 22 Oktober 2011
Kisah Si Pensil Dan Si Penghapus (copy)
Pensil : “Maafkan aku Penghapus…”
Penghapus : “Maafkan aku??untuk apa Pensil?? Kamu tidak melakukan kesalahan apapun kepadaku…”
Penghapus : “Maafkan aku??untuk apa Pensil?? Kamu tidak melakukan kesalahan apapun kepadaku…”
Pensil : “Aku minta maaf karena aku telah membuatmu terluka. Setiap kali aku melakukan kesalahan, kamu selalu berada disana untuk menghapusnya. Namun setiap kali kamu membuat kesalahanku lenyap, kamu kehilangan sebagian dari dirimu. Kamu akan menjadi semakin kecil dan kecil setiap saat…”
Penghapus : “Hal itu memang benar…Namun aku sama sekali tidak merasa keberatan. Kau lihat, aku memang tercipta untuk melakukan hal itu. Diriku tercipta untuk selalu membantumu setiap saat kau melakukan kesalahan. Walaupun suatu hari, aku tahu bahwa aku akan pergi dan kau akan mengganti diriku dengan yang baru. Aku sungguh bahagia dengan peranku. Jadi tolonglah, kau tak perlu khawatir. Aku tidak suka melihat dirimu bersedih…”
Si Penghapus adalah Orang Tua kita…
Si Pensil adalah diri kita sendiri….
Si Pensil adalah diri kita sendiri….
Orang tua akan selalu ada untuk anak-anaknya…
Untuk memperbaiki kesalahan anak-anaknya…
Untuk memperbaiki kesalahan anak-anaknya…
Namun, terkadang, seiring berjalannya waktu…
Orang tua akan terluka dan akan menjadi semakin kecil…
(Bertambah tua dan akhirnya meninggal).
Orang tua akan terluka dan akan menjadi semakin kecil…
(Bertambah tua dan akhirnya meninggal).
Walaupun anak-anak mereka pada akhirnya akan menemukan seseorang yang baru (Suami atau Istri),
Namun orang tua akan selalu tetap merasa bahagia atas apa yang mereka lakukan terhadap anak-anaknya dan akan selalu merasa tidak suka bila melihat buah hati tercinta mereka merasa khawatir ataupun sedih.
Namun orang tua akan selalu tetap merasa bahagia atas apa yang mereka lakukan terhadap anak-anaknya dan akan selalu merasa tidak suka bila melihat buah hati tercinta mereka merasa khawatir ataupun sedih.
“Hingga saat ini…
Saya masih menjadi Si Pensil…
Hal itu sangat menyakitkan diri saya…
Melihat si penghapus atau orang tua saya semakin bertambah “Kecil” dan “Kecil” seiring berjalannya waktu.
Melihat si penghapus atau orang tua saya semakin bertambah “Kecil” dan “Kecil” seiring berjalannya waktu.
Kelak suatu hari…
Yang tertinggal hanyalah “Serutan” si penghapus
Segala kenangan yang pernah saya lalui dan miliki bersama mereka…”
Yang tertinggal hanyalah “Serutan” si penghapus
Segala kenangan yang pernah saya lalui dan miliki bersama mereka…”
Kisah ini saya dedikasikan secara khusus kepada orang tua saya dan seluruh orang tua anda…
PARENTS are The Most In Life..
PARENTS are The Most In Life..
sumber: KORANDO - Koran Anak Indonesia
my opinion: jujur, aku terharu banget baca kisah ini :) orang tua kita memang selalu ada untuk kita, selalu menghapus semua kesalahan yang kita perbuat. kita mungkin kadang-kadang agak "bandel" sama ortu kita, gak mematuhi perintah mereka. ya, aku pun tak bisa memungkiri itu :\ tapii, aku akan berusaha untuk selalu menjadi anak yang sholeha, anak yang selalu mendoakan ortunya seperti mereka mendoakan ku...
"Ya Allah, sayangi mereka seperti mereka menyayangiku sewaktu kecil" :)
Minggu, 16 Oktober 2011
first cerpen :)
Nahh... aku baru selesai membuat cerpen, akhirnya aku berhasil membuat cerpen sampai tamat. Sebenernya sih aku pernah bikin cerpen tapi gak pernah tamat, mungkin karena mood aku yang sering berubah-ubah, apalagi kalo konfliknya udah mentok, gak tau mau ngapain lagi deh.
Aku mau nge-post cerpen buatan aku nih, cerpen ini sebenernya adalah tugas sekolah aku. tema nya tentang persahabatan. dan aku yakin cerpen ini masih banyak salahnya dalam penulisannya maupun isinya yang mirip-mirip cerita di sinetron hehehe :P
jadi, maaf ya kalau ceritanya jelek :)
enjoy !!!
Aku mau nge-post cerpen buatan aku nih, cerpen ini sebenernya adalah tugas sekolah aku. tema nya tentang persahabatan. dan aku yakin cerpen ini masih banyak salahnya dalam penulisannya maupun isinya yang mirip-mirip cerita di sinetron hehehe :P
jadi, maaf ya kalau ceritanya jelek :)
enjoy !!!
SELAMAT TINGGAL SAHABATKU
Pagi hari itu sama seperti hari hariku biasanya di sekolah, aku selalu gembira setiap pergi ke sekolah, disana aku bertemu dengan sahabat-sahabatku, Farah, Novie,Fajar, dan Ghazi. Aku dan mereka tergabung dalam geng yang kami beri nama BUTTERFLY, kami memang sudah berteman sejak kecil hingga sekarang saat kami SMA, banyak kejadian yang kami lewatkan bersama-sama, mulai dari bertawa bersama, sampai merasakan kesedihan bersama-sama. Namaku adalah Halfi, salah satu dari anggota geng ini.
Saat aku tiba di gerbang sekolah kami yang tercinta ini, aku melihat Novie di depanku sambil memainkan BB-nya
“pagi, Noviee !!!” sapaku dengan ceria
“pagi juga Halfi !!” tak kalah cerianya denganku
“eh, mana yang lain ??” tanyaku sambil menglihat kekanan dan kekiri
“hah? Siapa?” tanyanya kembali
“itu lho.. si Fajar, Farah sama Ghazi, mana mereka ?? tanyaku tidak sabar
“oh... gak tau tuh, mungkin udah di kelas” kata Novie
Saat kami sedang asik berbincang-bincang , tiba-tiba bel berbunyi
“kriiiiiiiiiiingggggg”
Kami pun masuk ke kelas dengan tergesa. Sesampainya di kelas, kami pun bertemu dengan Farah, Fajar dan Ghazi
“waahh.. kalian telat, kemana aja tuh kalian ??” tanya Ghazi
“mungkin asik ngerumpi tuh !! hahaha” kata Fajar terkekeh
“yee... mana ada” bantah Novie
Aku hanya bisa tertawa melihat tingkah sahabat-sahabatku, lalu aku pun memalingkan muka ku, dan kulihat Farah sedang duduk sendirian di pojokan kelas membaca sebuah buku. Farah adalah orang paling pendiam dalam geng kami, dia juga pintar dan baik, juga primadona di kelas bahkan di sekolah. Di mataku dia sangat sempurna, dia selalu membanggakan orangtuanya dengan segala prestasinya.
“hai... Farah !!” sapaku dengan manis
“oh.. haii Halfi” kata Farah sedikit kaget
“lagi baca apa ?” tanyaku penasaran
“ini buku kumpulan rumus matematika” kata Farah datar
“oh.. emm oke”kataku tak tau mau berkomentar apa
Tiba-tiba dari arah pintu kelas, datanglah seorang guru berjalan yang tergesa-gesa , guru itu bernama pak Joko, beliau adalah guru matematika kami yang terkenal galak. Saat pak Joko itu datang kami pun duduk dengan tertib di meja masing-masing. Pak Joko pun memulai pembicaraannya.
“anak-anak hari ini kita ulangan matematika ya” kata pak Joko santai
Sontak, kelas pun kaget dengan berita ini
“lho.. kami kan belum belajar” kata Ghazi panik
“i-iya pak, kami kan belum belajar” kata Fajar panik sampai keringat dingin
“lho.. bukannya kalian seharusnya sudah belajar tiap malam ?” kata pak Joko tersenyum
Dan ulangan ini pun dimulai
“yess.. untung aku udah belajar tadi malam, aku yakin ulangan kali ini, aku akan mendapatkan nilai tertinggi” kataku dalam hati
“eh.. Halfi, bagi jawaban nomor 2 dong” bisik Novie yang duduk di sampingku
“iya nih” kataku sambil menyodorkan kertasku
Akhirnya setelah melewati saat-saat ulangan yang menyusahkan selama 45 menit. Kami pun di bolehkan pulang. Kami pulang dengan berjalan kaki bersama karena rumah kami berdekatan. Di jalan kami pun berbincang-bincang tentang ulangan matematika tadi.
“eh, ulangan tadi, susah banget ya !!” kata Novie menghela napas
“iya nih, susaahh bangettttt !!” kata Fajar tertunduk lesu
“makanya kalian belajar dong, aku yakin di ulangan ini aku akan mendapatkan nilai tertinggi” kataku dengan penuh percaya diri
“ sombonggg banget sih !!! hahaha” kata Novie bercanda
“kamu sih pinter, gak kayak aku, bodohh banget” kata Ghazi
“iya nih, kamu kan pinter sama kayak si farah, pasti kalian bagus deh nilainya” kata Fajar membuatku senang
“hehehehe” aku tersenyum kemenangan
Farah yang sejak daritadi membisu berkata dengan wajah pucat
“eh, a-aku pulang duluan yaa” kata Farah dengan wajah yang pucat seperti orang sakit
“kamu gak apa apa ??” kata Novie khawatir
“i-iya aku gak apa apa kok, aku pulang duluan ya” kata Farah tersenyum dan langsung berlari ke arah rumahnya
Aku hanya bisa menglihat dia berlari ke arah rumahnya. Sejak dulu aku merasa aneh saat kami SMA, Farah lebih diam dan sepertinya menyembunyikan sesuatu dari kami.
“eh fi, kenapa sih dia ?” tanya Fajar meyadarkan lamunanku
“gak tau” jawabku singkat
Keesokan harinya, saat pelajaran dimulai, pak Joko pun mengumumankan hasil ulangan matematika
“oke, anak-anak hasil ulangan kalian akan segera dibagikan, tapi hanya ada 1 orang yang nilai 90, dan itu adalah...” kata pak Joko tenang
Aku sudah tidak sabar mendengarnya. Aku sudah sangat siap jika namaku dipanggil. Aku berencana akan memperlihatkan kepada orangtuaku hasil ulanganku ini, mereka pasti akan sangat. Tapi kenyataan berkata lain.
“itu adalah.. Farah muharani, selamat ya” kata pak Joko sambil tersenyum ke arah Farah
“wahhh.. kamu hebat Farah, memang seorang siswi teladan” kata Fajar mengacungi jempol
“iya nih, hebat bnget bisa dapat nilai 90” kata Novie tersenyum
“em.. iya, makasih banyak ya” kata Farah tersenyum berusaha tetap rendah hati
Saat itu aku hanya tertegun menglihat kenyataan ini. Saat itu perasaanku campur aduk, entah harus senang karena sahabatku ini mendapatkan nilai yang paling tinggi atau sedih karena untuk sekian kalinya aku selalu yang menjadi nomor 2 dan Farah yang menjadi nomor 1. Sejak dulu memang aku sudah iri kepada Farah, Farah yang selalu menjadi nomor 1 dimanapun itu, selalu menjadi primadona di sekolah karena kecantikannya, selalu menjadi murid kesayangan guru, sedangkan aku hanya akan selalu menjadi nomor 2. Sejak dulu aku sudah belajar keras untuk mendapatkan nilai yang paling bagus, tapi selalu Farah yang ada di depanku.
Hari itu berlalu begitu saja, dan tanpa terasa timbul lah rasa benciku pada Farah yang selalu ada didepanku. Saat pulang sekolah, aku menghindari mereka, aku tidak ingin bertemu mereka.
Aku berjalan sendiri menyurusi jalan yang penuh dengan pepohonan rindang dan daun berguguran, sejenak perasaan ku menjadi tenang. Saat aku menikmati indahnya pepohonan itu, Aku melihat seseorang yang sangat aku kenal, dia menatapku dengan mata lembutnya, dan ia menghampiriku
“hai Halfi” sapa seseorang yang tak lain adalah Farah
“emm.. hai Farah” tanpa terasa aku berbicara dengan nada ketus
“em.. kamu marah ya ? aku dapat nilai 90” kata Farah mencoba bertanya
“em.. gak kok” kataku bohong
“aku minta maaf kalo aku ada salah tapi,tolong jangan benci aku” Farah melanjutkan
Aku hanya terdiam, pikiranku kosong, aku tak tahu mau berbuat apa. Lalu aku pergi meninggalkan dia sendiri. Sejenak aku berpikir semua ini bukan kesalahan Farah, ini bukan kehendak Farah, aku yang selalu menyalahkan Farah. Dan aku harus meminta maaf kepadanya.
Keesokan harinya, dengan segala niatku ingin meminta maaf kepadanya. Aku bertemu dengan ghazi dikelas tapi, Aku tak menglihat keberadaan farah di kelas.
“eh, Ghazi mana si farah?” tanyaku
“eh,Halfi em.. d-dia lagi dirumah sakit”kata Ghazi dengan nada pelan
“hah? Kenapa?dia sakit” tanyaku kaget
“iya, rencananya kami akan menjenguknya waktu pulang sekolah nanti” kata Ghazi
“kok aku gak dibilang ?” kataku kaget sekaligus kecewa
“kemarin mamanya bilang kalau dia pingsan dan waktu kami menelponmu, tapi telponnya gak diangkat” kata Ghazi
Setelah pulang sekolah aku langsung pergi ke rumah sakit tempat Farah dirawat. Saat aku tiba di rumah sakit, keadaan Farah sudah kritis, disana aku menglihat keluarga Farah, ayah dan ibu Farah tampak sedih. Aku pun menghampirinya dan bertanya
“em.. tante, gimana keadaan Farah” tanyaku khawatir
“H-Halfi, Farah kritis sebentar lai dia akan segera di operasi” kata mamanya Farah sambil menangis
Dari arah pintu masuk datanglah Novie, Ghazi, dan Fajar. Wajah mereka tampak sangat khawatir.
“tante, boleh kami menjenguk Farah?”aku bertanya
“ia, boleh kalian boleh masuk kok!” kata mamanya Farah.
Kami langsung masuk ke kamar tempat Farah dirawat, Aku melihat dia terbaring di tempat tidur dengan selang infus di tangannya. Kami semua terdiam melihat keadaan Farah seperti ini. Novie pun yang tidak sanggup melihat keadaan sahabatnya, Langsung menangis tersedu-sedu. Saat kami sedang menangis, Farah membuka matanya dia melihat kami dengan tatapan hangatnya.
“temen-temen, maafin aku ya kalo aku ada salah selama ini mungkin umurku gak panjang lagi, makasih udah jadi temen aku” kata Farah tersenyum lemah
Kami semua menangis mendengar perkataann Farah tadi. Dari arah pintu kamar, datanglah seorang dokter dengan pakaian operasi yang lengkap.
“maaf, bisakah kalian keluar Farah akan diperiksa untuk melakukan operasi” kata dokter itu tegas
Kami berempat pun keluar dari ruangan, kami berdoa agar Farah cepat sembuh dan kembali bermain bersama kami. Beberapa saat kemudian seorang dokter keluar dari ruangan operasi. Wajah dokter itu terlihat pucat.
“gimana keadaan Farah, dok ?” tanya Fajar khawatir
“maaf, tapi operasi ini gagal, pasien tidak dapat ditolong” kata dokter tersebut
Seketika kami semua menangis saat itu, aku sangat merasa bersalah karena aku selalu iri kepadanya. Kini hanya kenangannya yang menemani kami dalam menghadapi rintangan hidup ini
Terima kasih sudah menjadi temanku selama ini, aku akan selalu megingatmu. Selamat tinggal, sahabatku
Sabtu, 01 Oktober 2011
my journey
Udah lama gak posting lagi nih...
ini lagi sibuk-sibuknya ngurus urusan di duta (dunia nyata), maklumlah seorang pelajar yang taat hehehe :P
apalagi ni yaa, udh mulai UTS (ujian tengah semester) kyknya ya, kalo gk ada ujian sehari aja, gak tenang ni hidup #eaaa..
ini juga lagi sibuk sibuknya buat makalah tentang jaringan saraf, buat proposal untuk plajaran b.Indonesia, sama buat cerpen...
btw, ttg cerpen yahh.. aku itu suka baca cerpen (tapi, gak suka suka banget, tergantung mood aja), tapiii yang disayangkan dari aku ini, aku itu gak bisa nulis cerpen (baca: males nulis)
tapiii... mulai hari ini aku akan mencoba menulis cerpen dengan sabar, soalnya aku cepet banget bosann...
okee.... nantikan cerpen atau pun puisi amatiran yang asli dari saya dan juga tidak asli dari saya...
ini lagi sibuk-sibuknya ngurus urusan di duta (dunia nyata), maklumlah seorang pelajar yang taat hehehe :P
apalagi ni yaa, udh mulai UTS (ujian tengah semester) kyknya ya, kalo gk ada ujian sehari aja, gak tenang ni hidup #eaaa..
ini juga lagi sibuk sibuknya buat makalah tentang jaringan saraf, buat proposal untuk plajaran b.Indonesia, sama buat cerpen...
btw, ttg cerpen yahh.. aku itu suka baca cerpen (tapi, gak suka suka banget, tergantung mood aja), tapiii yang disayangkan dari aku ini, aku itu gak bisa nulis cerpen (baca: males nulis)
tapiii... mulai hari ini aku akan mencoba menulis cerpen dengan sabar, soalnya aku cepet banget bosann...
okee.... nantikan cerpen atau pun puisi amatiran yang asli dari saya dan juga tidak asli dari saya...
Sabtu, 24 September 2011
just write
Nahhh... saya ini adalah salah satu pencinta anime jepang (tapi blom bisa disebut otaku), apalagi anime DETECTIVE CONAN
tapi, sayangnya anime asal jepang ini tidak tayang lagi di Indonesia ( sebenernya sih bukan tidak tayang, tapi jarang tayang :P )
memang sih, sekitar tahun 2000-an gtu (udah lupa taun berapa XD ) sempat tayang di salah satu stasiun tv Indo*iar
kemarinn.. pada lebaran idul fitri pada bulan agustus.. tayang DETECTIVE CONAN MOVIE 13 & 14
duluu ya... pada waktu saya SD, setiap hari minggu dari subuh sampe jam 12:00 itu full dengan anime atau cartoon, jadi kerjaan saya setiap hari minggu itu cuma duduk manis di depan tv untuk nonton anime seperti DETECTIVE CONAN, YUGI-OH, DIGIMON, DLL skrang sih udh pada ilang dari tv (baca: jarang ada di tv)
saya sih gak menyalahkan pihak dari stasiun tv-nya atas banyaknya anime yang ilang dari tv Indonesia
karena, katanya sih untuk membeli materi dari sebuah anime itu sangat mahal
apalagi, setelah membaca sebuah artikel dari suatu blog tentang 10 anime yang dicekal di Indonesia, termasuk salah satunya adalah DETECTIVE CONAN,NARUTO, DAN CRAYON SHINCHAN
lebih lanjutnya bisa dibaca di disini
ya udah deh... saya cuma bisa pasrah aja :(
Rabu, 21 September 2011
no title :)
okeyyy... akhirnya saya posting juga di blog ini
yahhh... sekarang saya hanya ingin berbagi cerita aja
sebagai seorang yang masih pelajar, kita itu pasti banyak ceritanya tentang sekolah
ada yang bilang sekolah itu bikin capeklah, ada yang bilang sekolah untuk cari pacarlah, ada yang bilang sekolah cuma untuk ketemu temen, dannn masih banyak lagi !!
tapi, saya sebagai seorang pelajar, saya juga punya pendapat dong tentang sekolah...
kan Indonesia ini negara demokrasi jadi gak apa-apa saya mengeluarkan pendapat ya kannn ??? hahaha :D
yeppp... menurutku sih sekolah adalah suatu tempat kita mencari ilmu untuk digunakan in the future, yahh.. gak bisa dipungkiri juga sih... kalau disana pun kita mendapat teman atau sahabat ataupun musuh (enemy)
tapi.. kita juga gk bisa melupakan fungsi utama dari sekolah kann... yaitu mencari ilmu
kita mendapat teman yang baik yang bisa kita ajak sharing ataupun curhat, kita bisa juga bisa sharing pelajaran yang tidak kamu mengerti
jadii.. menurut saya sih sekolah itu tempat dimana kita mendapatkan ilmu, mendapat teman atau sahabat dan segalanya
jika sebuah pertemanan yang kamu jalanin itu membawa efek yang positif bagi kamu, maka jangan ragu untuk terus berteman
tapi ini hanya sebuah opini dari saya, setiap orang kan punya pendapatnya dan keyakinan masing-masing
sebelum kamu percaya kepada seseorang, kamu harus percaya kepada dirimu sendiri :)
yahhh... sekarang saya hanya ingin berbagi cerita aja
sebagai seorang yang masih pelajar, kita itu pasti banyak ceritanya tentang sekolah
ada yang bilang sekolah itu bikin capeklah, ada yang bilang sekolah untuk cari pacarlah, ada yang bilang sekolah cuma untuk ketemu temen, dannn masih banyak lagi !!
tapi, saya sebagai seorang pelajar, saya juga punya pendapat dong tentang sekolah...
kan Indonesia ini negara demokrasi jadi gak apa-apa saya mengeluarkan pendapat ya kannn ??? hahaha :D
yeppp... menurutku sih sekolah adalah suatu tempat kita mencari ilmu untuk digunakan in the future, yahh.. gak bisa dipungkiri juga sih... kalau disana pun kita mendapat teman atau sahabat ataupun musuh (enemy)
tapi.. kita juga gk bisa melupakan fungsi utama dari sekolah kann... yaitu mencari ilmu
kita mendapat teman yang baik yang bisa kita ajak sharing ataupun curhat, kita bisa juga bisa sharing pelajaran yang tidak kamu mengerti
jadii.. menurut saya sih sekolah itu tempat dimana kita mendapatkan ilmu, mendapat teman atau sahabat dan segalanya
jika sebuah pertemanan yang kamu jalanin itu membawa efek yang positif bagi kamu, maka jangan ragu untuk terus berteman
tapi ini hanya sebuah opini dari saya, setiap orang kan punya pendapatnya dan keyakinan masing-masing
sebelum kamu percaya kepada seseorang, kamu harus percaya kepada dirimu sendiri :)
Jumat, 02 September 2011
JEPANG...JEPANG...JEPANG
Entah sejak kapan saya suka sama negara ini...
yang penting saya sukaaaa banget sama negara JEPANG
yaaa... JEPANG, negara yang sangat ingin saya kunjungi, saya berharap bisa mengunjungi negara matahari terbit ini, someday... aminnnnn....
sedikit tentang negara JEPANG...
yang penting saya sukaaaa banget sama negara JEPANG
yaaa... JEPANG, negara yang sangat ingin saya kunjungi, saya berharap bisa mengunjungi negara matahari terbit ini, someday... aminnnnn....
sedikit tentang negara JEPANG...
Jepang (bahasa Jepang: 日本 Nippon/Nihon, nama resmi: Nipponkoku/Nihonkoku ) adalah sebuah negara kepulauan di Asia Timur. Letaknya di ujung barat Samudra Pasifik, di sebelah timur Laut Jepang, dan bertetangga dengan Republik Rakyat Cina, Korea, dan Rusia. pulau-pulau paling utara berada di Laut Okhotsk, dan wilayah paling selatan berupa kelompok pulau-pulau kecil di Laut Cina Timur, tepatnya di sebelah selatan Okinawa yang bertetangga dengan Taiwan.
ini gunung fuji, gunung yang terdapat di Jepang, dan bunga sakura :)
super junior... :)
Sekarang ini kan lagi booming-boomingnya boyband ataupun girlband asal korea
saya sihh.. gak terlalu fanatik banget sama k-pop
tapiii.. berhubung banyak temen sekelas saya yang suka sama boyband maupun girlband korea
jadi saya akan membahasnya...
okeee... dimulai dengan boyband asal korea yang mempunyai anggota terbanyak di dunia
yaituuuuu.....
....SUPER JUNIOR.....
Super Junior (korea: 슈퍼주니어), atau lebih dikenal dengan SJ atau SuJu (Super Junior)(korea: 슈주), merupakan sebuah boyband yang berasal dari Seoul, Korea selatan. Anggotanya berjumlah 13 orang yaitu Leeteuk, Heechul, Han Geng, Yesung, Kang-In, Shindong, Sungmin, Eunhyuk, Donghae, Siwon, Ryeowook, Kibum, dan Kyuhyun. Super Junior merupakan salah satu boyband terbesar di dunia. Album perdananya ialah SuperJunior05 (TWINS), dirilis pada tahun 2005. Pada tahun 2010, hanya ada 10 anggota yang aktif, 3 orang diantaranya yaitu Hangeng memiliki masalah hukum dengan SM Entertainment sehingga menyebabkan HanGeng keluar dari Super Junior (sekarang bersolo karier di kancah hiburan Mandarin-Pop), KangIn meninggalkan grup sementara waktu untuk melaksanakan wajib militer, dan Kibum yang juga absen dikarenakan fokus pada karier seni perannya. Namun, anggota lain bersikeras bahwa 3 anggota tersebut (Kangin, Kibum dan HanGeng) masih merupakan bagian dari Super Junior, mereka juga menyebutkan bahwa mereka sangat sedih dengan kepergian HanGeng dari grup.
saya sihh.. gak terlalu fanatik banget sama k-pop
tapiii.. berhubung banyak temen sekelas saya yang suka sama boyband maupun girlband korea
jadi saya akan membahasnya...
okeee... dimulai dengan boyband asal korea yang mempunyai anggota terbanyak di dunia
yaituuuuu.....
....SUPER JUNIOR.....
Super Junior (korea: 슈퍼주니어), atau lebih dikenal dengan SJ atau SuJu (Super Junior)(korea: 슈주), merupakan sebuah boyband yang berasal dari Seoul, Korea selatan. Anggotanya berjumlah 13 orang yaitu Leeteuk, Heechul, Han Geng, Yesung, Kang-In, Shindong, Sungmin, Eunhyuk, Donghae, Siwon, Ryeowook, Kibum, dan Kyuhyun. Super Junior merupakan salah satu boyband terbesar di dunia. Album perdananya ialah SuperJunior05 (TWINS), dirilis pada tahun 2005. Pada tahun 2010, hanya ada 10 anggota yang aktif, 3 orang diantaranya yaitu Hangeng memiliki masalah hukum dengan SM Entertainment sehingga menyebabkan HanGeng keluar dari Super Junior (sekarang bersolo karier di kancah hiburan Mandarin-Pop), KangIn meninggalkan grup sementara waktu untuk melaksanakan wajib militer, dan Kibum yang juga absen dikarenakan fokus pada karier seni perannya. Namun, anggota lain bersikeras bahwa 3 anggota tersebut (Kangin, Kibum dan HanGeng) masih merupakan bagian dari Super Junior, mereka juga menyebutkan bahwa mereka sangat sedih dengan kepergian HanGeng dari grup.
Kamis, 01 September 2011
AKB48 yayyy....
okee.... setelah beberapa meningglakan blog ini, akhirnya saya kembaliii...
setelah sekian lamanya, sampai-sampai saya lupa passwordnya #maafkan sayaaa... T_T
emm.. saya ini lagi nge-fans sama AKB48
banyak ya anggotanya :o
sedikit tentang AKB48
AKB48 adalah grup idol asal JEPANG yang diproduseri Yasushi akimoto. Dibentuk pada 7 Desember 2005, kelompok ini berbasis di gedung teater, dan terdiri dari 48 anggota perempuan yang dibagi menjadi 3 tim : Tim A, Tim K dan Tim B, yang masing-masing terdiri dari 16 anggota. Konsep awal dari pembentukan AKB48 adalah “Idol yang dapat kamu temui setiap hari”.
setelah sekian lamanya, sampai-sampai saya lupa passwordnya #maafkan sayaaa... T_T
emm.. saya ini lagi nge-fans sama AKB48
banyak ya anggotanya :o
sedikit tentang AKB48
AKB48 adalah grup idol asal JEPANG yang diproduseri Yasushi akimoto. Dibentuk pada 7 Desember 2005, kelompok ini berbasis di gedung teater, dan terdiri dari 48 anggota perempuan yang dibagi menjadi 3 tim : Tim A, Tim K dan Tim B, yang masing-masing terdiri dari 16 anggota. Konsep awal dari pembentukan AKB48 adalah “Idol yang dapat kamu temui setiap hari”.
Jumat, 29 Juli 2011
fanfic copas :P
nahhh..... saatnya mengurus blog yang gak jelas baru ini
pass banget lagi libur niiii, biarpun cuma seminggu tetep aja I'M VERY HAPPY hahahahahaha
okay, now saya akan membrikan sebuah fanfic ttg detctive conan yg saya dptkan (baca: copas) dari sini :) kbetulan juga, saya gak bisa buat fanfic jadiiii... saya copas dehhh...
note: mulai dari sini hanya copy paste
"No! You Can't Leave Me!
pass banget lagi libur niiii, biarpun cuma seminggu tetep aja I'M VERY HAPPY hahahahahaha
okay, now saya akan membrikan sebuah fanfic ttg detctive conan yg saya dptkan (baca: copas) dari sini :) kbetulan juga, saya gak bisa buat fanfic jadiiii... saya copas dehhh...
note: mulai dari sini hanya copy paste
"No! You Can't Leave Me!
"Bagaimana? Apa kita serbu sekarang juga, James?" tanya Akai-san pada James-san di earphone yang dia pakai. Ya, benar. Serbu sekarang juga. Kau tahu? Sekarang kami sedang berada di markas Organisasi Hitam. Organisasi Hitam. Hari ini adalah hari yang pasti akan sangat bersejarah dalam hidupku, Ai, orang-orang FBI, dan tak ketinggalan CIA. Rena-san memang masih berada di organisasi, tapi dia telah mempersiapkan segalanya tanpa diketahui oleh anggota yang lain.
Hari yang akan menentukan nasib kami semua. Antara hidup dan mati. Antara menang dan kalah. Dan tentu saja, kami mengiginkan kemenangan, terutama aku. Aku akan berjuang mati-matian. Ai pun begitu. Dia berusaha mendapatkan data APTX 4869 yang telah membuatku dan dia terjebak dalam tubuh kecil ini. Orang-orang FBI dan CIA telah mengetahui rahasia aku dan Ai bahwa kami sebenarnya adalah Shinichi Kudo dan Shiho Miyano atau Sherry, mantan anggota organisasi ini.
Kugenggam erat revolver yang ada di tanganku ini. Aku melirik Ai yang berada di sampingku. Kulihat raut wajahnya sedikit takut dan gelisah, tapi dia menggenggam erat pistol di tangannya. Satu langkah lagi. Satu langkah lagi! Jepang akan lepas dari teror mereka dan kami semua bisa menghirup napas lega. Tiba-tiba, menepuk bahuku pelan.
"Cool Guy, kau siap? Kita akan masuk sekarang," ujar pelan. Aku, Ai, , Akai-san, dan beberapa anggota dari FBI dan CIA telah bersiap. Kami pun mulai memasuki gedung ini. Gedung markas Organisasi Hitam. Kulangkahkah kakiku pelan-pelan agar tak terdengar oleh mereka. Tapi, tak lama setelah kami masuk, aku mendengar suara baku tembak dari arah yang berlawanan. Itu artinya, kami ketahuan. Kami mengambil langkah seribu untuk segera masuk dan langsung terjadi baku tembak antara kami dan mereka.
Ternyata anggota mereka banyak juga. Tapi mungkin anggota dengan tingkat rendah. Tiba-tiba Ai menarik tanganku dan membawaku menjauh. Kulihat dia mengikuti Akai-san yang berada di depan kami dan segera membawa kami ke lantai dua. Beberapa anggora FBI dan CIA juga mengikuti kami. Setelah kami sampai di lantai dua, kami dihadapkan oleh pemandangan yang mengejutkan. Beberapa anggota Organisasi Hitam datang menghadang. Segera saja aku bersiap, tapi ternyata, aku, Ai, dan Akai-san pergi menjauh.
"Biar saja mereka yang menyelesaikan. Kita harus bertemu dengan 'Anokata'," ujar Akai-san. Setelah itu, kami bertiga berlari dan berlari. Kami pun sampai di lantai tiga. Tempat itu gelap. Kami pun mulai memasuki tempat itu. Tiba-tiba, Ai mengeluarkan keringat dingin dan menutup telinganya seolah dia merasakan sesuatu. Ai pun terduduk lemas.
"Ai!" seruku dan menghampiri Ai.
"G –Gin... Vodka... V –Vermouth... ,"ujar Ai tergagap.
"Nani?" ujarku kaget.
"Hey, Sherry, Silver Bullet-kun and Shuichi akai," seru seseorang dengan nada 'ramah'.
"Vermouth...," ujarku pelan.
"Ternyata hari ini datang juga, ya Nii-san," ujar seseorang dengan santai.
"Ya, kau benar sekali Vodka," ujar seseorang dengan nada dingin.
Aku pun mendengar suara pompa pistol. Dan tak lama kemudian aku mendengar suara tembakkan.
DORR
Ternyata Gin menembak! Samar-samar dengan bantuan cahaya bulan, aku melihat bahwa moncong pistolnya mengarah kepada Ai. Tapi, Akai-san menghalanginya!
"Kalian berdua! Cepat pergi dari sini!" perintah Akai-san. Aku pun langsung mengangkat tubuh Ai yang lemas dan segera membawanya keluar. Tiba-tiba, aku mendengar suara tembakan lagi. Dan saat itu juga aku terjatuh. Aku tertembak. Untung saja di kaki. Segera aku menarik Ai dan mengajaknya pergi menjauh. Suara tembakan itu terdengar lagi dan lagi.
DORR DORR DORR
Kuso! Tubuhku sudah terkena beberapa tembakan. Dan parahnya Ai juga kena. Aku terkena tembakan di kaki, perut dan tanganku. Sedangkan Ai terkena beberapa tembakan di punggungnya. Oh tidak! Jangan sampai mengenai jantungnya! Walaupun kami semua menggunakan baju anti peluru, tetap saja sakitnya terasa. Jujur saja, aku bingung. Akai-san, bagaimana caranya anda melawan empat orang dengan sendirian? Aku segera berlari secepat mungkin, walau itu sulit. Aku mendengar suara derap kaki orang berlari di belakangku. Tiba-tiba...
DORR DORR
"Vermouth! Berhenti!" ujar Miss. Jodie. Aku melihat Miss. Jodie dan beberapa rekannya mendekat ke arah kami. Aku rasa dia berhasil melewati pertarungan di bawah tadi. Miss. Jodie pun menembak lagi. Saat ini sepertinya akan ada pertarungan antara dan Vermouth. Beberapa rekannya yang lain masuk dan mulai terjadi baku tembak. Aku juga melihat James-san, Rena-san, dan beberapa rekan mereka mulai mendekat. Ternyata pertarungan di sana sudah selesai rupanya. Mereka pun segera masuk, tapi James-san dan Rena-san menghampiri kami.
"Kami akan membantu kalian untuk menemukan ruang penyimpanan data," ujar Rena-san. Setelah itu, kami pun berlari. Tapi ternyata aku tak bisa. Kakiku rasanya perih sekali. Aku pun sempat digendong James-san untuk sampai ke lantai empat. Setelah sampai di sana, kami segera berpencar, berhubung di sana juga terdapat beberapa pintu. Untung saja di sini tak ada siapa-siapa.
"Ku –Kudou-kun...," panggil Ai tiba-tiba. Aku pun segera mendatangi Ai dan kulihat dia memegang beberapa kertas. Di lantai terdapat map berwarna biru yang jatuh di dekat kaki Ai.
"I –ini dia. Ini yang selama kita cari-cari! Ini! Ini Prototipe Antidote APTX 4869!" seru Ai. Aku pun melonjak senang. Akhirnya! Akhirnya! Kami mendapatkannya! Tunggu aku, Ran! Tunggu aku!
"Kalian sudah menemukannya?" tanya James-san.
"Ya! Kami sudah menemukannya!" seruku senang.
"Lalu, apa yang kita lakukan sekarang?" tanya Rena-san. Tiba-tiba pintu terbuka dan menampakkan sosok yang membuat AI terduduk lemas.
"'A –Anokata'," ujar Ai kaget. Dia segera memasukkan map biru tersebut pada tasnya dan memegang pistolnya erat. Lalu...
DORR DORR
Rena-san hampir jatuh tersungkur kalau saja James-san tak menahannya. Ternyata 'Anokata' telah menunggu kami! Kuso! James-san pun segera menembak 'Anokata'. Dan terjadilah baku tembak antara mereka. Aku yang melihat kesempatan ini pun langsung lari bersama Ai. Kami segera ke lantai paling atas karena akan ada helikopter datang membantu kami. Setelah sampai di lantai atas, aku dan Ai segera ditolong oleh orang-orang FBI dan CIA. Kami dibawa pergi menjauh dari tempat kejadian. Dan sebisa mungkin, lukaku dan luka Ai diobati. Kami pun langsung dibawa ke Rumah Sakit Pusat Haido, karena mungkin direktur rumah sakit sana akan memberikan akses mudah untuk secepatnya memberikan pertolongan untukku dan Ai. Aku dan Ai pun segera dilarikan ke UGD. Setelah itu, aku tak ingat apa-apa.
Saat aku bangun, aku sudah berada di ruang rawat. Di sana aku melihat beberapa anggota FBI dan CIA.
"Bagaimana? Bagaimana hasilnya? Apa kita menang?" tanyaku perlahan.
"Ya, kita menang. Organisasi Hitam berhasil kita hancurkan. Dan sekarang, tak ada lagi teror yang akan menimpa kita maupun Jepang," ujar Akai-san. Kulihat tubuhnya dililiti oleh perban-perban. Pasti dia berjuang sangat keras semalam.
"Di mana Ai?" tanyaku.
"Dia ada di ruangan sebelah," jawab Akai-san.
"Oh, begitu," ujarku pelan. Setelah itu, kami semua dirawat sampai benar-benar pulih. Setelah aku pulang dari rumah sakit, aku segera pulang –tapi ke rumah profesor, karena tak mungkin aku pulang ke rumah Ran. Aku sudah berjanji akan menginap selama dua minggu di rumah profesor. Dan besoknya aku langsung pergi ke markas organisasi hitam. Untuk urusan sekolahku dan Ai, profesor sudah mengaturnya.
"Ternyata, masih harus menunggu, ya," lirihku sambil tetap menonton TV di depanku walau tak sepenuhnya perhatianku tertuju ke sana.
"Kau harus sabar, Shinichi-kun," uajr Profesor. Bagaimana tidak? Ini sudah dua minggu sejak kami keluar dari rumah sakit! Dan Ai belum memberikan kabar apa-apa. Tiba-tiba orang yang baru saja aku bicarakan dalam hatiku, muncul mendekati kami berdua. Entah ini memang perasannku atau memang dianya saja. Tapi menurutku, dia tengah tersenyum bahagia ke arah kami berdua.
"Kau kenapa Ai?" tanya Profesor.
"Aku berhasil. Aku berhasil. Kudou-kun, kau bisa mendapatkan kembali kehidupan yang kau inginkan," ujar Ai sambil tersenyum. Aku pun kaget dan melonjak senang. Akhirnya saat ini datang juga. Ai segera menyodorkan satu kapsul padaku. Aku segera mengambilnya dan segera ke kamarku. Di sana aku sudah mempersiapkan bajuku. Aku pun segera menelan kapsul itu. Seketika aku merasakan tubuhku memanas, tulangku meleleh dan suhu tubuhku naik drastis. Tapi, saat itu juga aku sudah mendapatkan apa yang aku inginkan. Aku segera memakai baju yang telah aku persiapkan dan keluar kamar. Aku pun menghampiri profesor dan Ai.
"Temui dia. Sekarang juga. Saat ini, kau sudah boleh menceritakan semuanya," ujar Ai ringan. Sebelum aku pergi, aku sempat bertanya dahulu pada Ai.
"Kau akan menjadi Shiho Miyano?" tanyaku.
"Ya, mereka harus siap. Bahwa mereka akan kehilangan dua orang sekaligus dari kelompoknya," ujar Ai. Aku pun tersenyum pada Ai dan segera berlari menuju rumahnya.
Aku pun sampai di depan pintu orang yang aku cintai. Aku pun segera mengetuk pintu.
Tok tok tok
Kudengar suara derap kaki mendekat dan pintu pun terbuka. Menampakkan sosok seseorang yang sangat kucintai.
"Shi –Shinichi...," ujar Ran tergagap dan mulai menitikkan air mata.
"Ran, Ran! Aku kembali!" seruku. Ran pun memeluk diriku.
"Kenapa? Kenapa baru pulang sekarang?" tanyanya.
"Akan kujelaskan," ujarku sambil menarik lengannya dan berjalan menuju Menara Toto. Entah kenapa aku ingin pergi ke sana. Aku meraih tangannya dan menggenggamnya erat. Kulihat wajahnya sedikit merona. Kami-sama, kau cantik Ran! Setelah sampai di Menara Toto. Aku segera mencari bangku yang pas dan segera duduk.
Aku segera menceritakannya. Tentang kencan di Tropical Land waktu, APTX4869, Conan Edogawa, FBI, Organisasi Hitam, semuanya aku ceritakan. Sampai pada kejadian yang tak terlupakan dua minggu yang lalu.
Kulihat dia menunduk poninya menutupi sebagian wajahnya. Aku sudah siap. Jika dia ingin menghajarku, aku siap. Ini adalah balasan yang setimpal. Aku pun mencoba memanggilnya. Tak ada sahutan. Seklai lagi aku memanggilnya. Dia mengangkat wajahnya dan bertanya, "Kenapa? Kenapa kau tega membohongiku, Shinichi? Kenapa! Ayo jawab!"
"Ran, gomenasai. Aku melakukannya karena aku tidak ingin kau terluka, Ran. Aku tidak ingin kau terlibat dalam bahaya," ujarku sambil memeluk Ran. Aku pun berbisik di telinganya.
"Ran, gomenasai. Maukah kau memaafkanku?" tanyaku sambil mengusap rambut Ran. Dia melepaskan pelukanku dan menatap mataku.
"Gomenasai, Shinichi. A –aku sudah memaafkanmu, tapi...," ujarnya terpotong oleh seseorang.
"Ran? Sedang apa kau di sini? Shinichi? Kau di sini?" ujar orang tersebut. Aku pun menoleh ke belakang Ran dan mendapati Araide-sensei berada di situ.
"Araide-sensei? Ya, aku di sini. Masalah?" tanyaku. Jujur aku tidak suka. Di saat-saat seperti ini harus ada dia.
"Tidak terlalu masalah juga. Mengingat sekarang Ran adalah tunanganku. Calon istriku," ujar Araide santai. Nani? Apa dia bilang tadi? Tunangan? Calon istri? Aku tidak salah dengar, kan? Iya, kan? Tidak, ini bohong! Mana mungkin! Berarti dalam dua minggu ini Ran telah dilamar oleh Araide-sensei? Dan dia menerimanya?
"Nani?" ujarku tak percaya. Aku menoleh pada Ran. Dia berdiri dan menghampiri Araide-sensei.
"Ran, aku minta tolong jelaskan semua ini," ujarku. Dia pun menghampiri dan mengusap pelan pipiku.
"Gomenasai, Shinichi. Aku lelah. Batinku sangat lelah Shinichi. Aku sudah tidak sanggup lagi. Pada saat itu, Araide-sensei datang. Dan tanpa diduga-duga dia melamarku. Aku terima lamarannya. Aku berharap, dengan menerima lamarannya, aku bisa melupakanmu. Sekali lagi, gomenasai Shinichi," jelasnya sambil merangkul pinggang Araide-sensei.
"Jadi, jawabanmu atas pertanyaanku di London waktu itu..."
"Gomenasai Shinichi."
"Sebaiknya kau dengar itu, Shinichi."
.
X.x.X.x.X.x.X.x
.
Aku tertunduk lesu. Kenapa? Kenapa takdir harus mempermainkanku seperti ini! Aku sudah berbohong. Aku tahu, jika kita dibohongi itu sakit. Tapi, aku yang berbohong justru yang merasa sakit. Arrgh! Aku pun segera mempercepat laju kakiku ini ke rumah Profesor. Aku belum bisa kembali ke rumahku sekarang. Lagipula aku ingin ke rumah Profesor, di sana ada Profesor Agasa dan Shiho. Dan kurasa aku bisa berkeluh kesah pada mereka.
"Jadi begitu. Kau harus sabar, Shinichi-kun," ujar Profesor sambil mengelus punggungku.
"Tega sekali perempuan, itu. Berani-beraninya dia bertingkah seperti itu," ujar Shiho. Sedangkan aku hanya bisa menghela napas. Aku merasa perasaanku masih tidak enak. Aku pun segera beranjak ke kamarku dan mengurung diri di sana. Aku pun melihat ke arah jendela dan aku langsung disuguhkan oleh pemadangan yang tidak ingin aku lihat.
Ran dan Araide-sensei sedang berciuman!
Kuso! Aku merasa dikhianati. Kau tega Ran! Aku pun menenggelamkan wajahku di bantal. Tanpa sadar bantalku telah basah. Aku mengangkat wajahku dan mendapati air mata telah mengalir di pipiku. Aku, menangis? Aku pun segera menghapus kasar air mata itu. Tapi, tak dapat disangkal, air mata itu terus mengalir. Aku pun menagis dalam diam. Kau berhasil, Ran. Ya, kau berhasil. Kau membuatku untuk pertama kali menangis karena cinta. Dan ironisnya kau lah yang melakukannya.
.
X.x.X.x.X.x.X.x
.
Waktu demi waktu berlalu. Sekarang kami sudah merasakan apa yang dinamakan bangku kuliah. Kami bertiga ada di universitas yang sama, Universitas Tokyo. Universitas yang hanya diisi oleh orang-orang pintar mengambil jurusan bisnis, Ran mengambil jurusan ekonomi, Shiho mengambil jurusan sains. Kami bertiga berhasil lulus dengan nilai yang memuaskan, aku cukup bangga dengan hal itu.
Ya, waktu demi waktu berlalu. Aku bahkan sama sekali belum dapat melupakan kejadian enam tahun yang lalu. Sekarang aku sedang melihat sunset di lantai dua rumahku. Indahnya. Andai saja aku dapat menikmati sunset ini dengan orang yang kucintai.
"Hah, " aku menghela napas. Tiba-tiba ada seseorang yang menepukku pelan.
"Kudou-kun, kau kenapa? Ada sesuatu yang menganggu pikiranmu?" tanyanya.
"Tidak. Tidak ada apa-apa. Aku hanya..."
"Memikirkan dia? Jadi selama enam tahun ini kau masih mencintainya?"
"Aku tidak mungkin melupakannya! Dia cinta pertamaku! Aku mencintainya sejak kelas dua SMP!"
"Ok, tenang dulu. Ngomong-ngomong, aku punya sesuatu yang berhububungan dengan dia," ujarnya sambil menyerahkan sesuatu. Aku pun menerima barang itu yang berbentuk seperti...
Undangan? Pernikahan?
"Tadi aku baru saja menerimanya langsung dari Ran. Bagaimana? Kau mau ikut?" Aku tidak langsung menjawab pertanyaan Shiho. Pestanya diadakan satu minggu lagi. Apa aku siap? Apa aku siap melihat orang yang kucintai bersanding di pelaminan dengan orang lain? Bukan denganku? Tampaknya aku harus datang. Selain karena undangan ini Ran yang memberinya langsung –itu tandanya kita spesial kan?– juga karena dia sahabatku. Ya, sahabatku.
"Bagaimana? Apa kau sudah siap? Kalau kau belum juga siap, kami akan meninggalkanmu," ujar Kaa-san.
"Ya, aku siap." Aku mengenakan tuxedo dan dasi berwarna hitam sedangkan kemejaku berwarna putih. Setelah siap, kami bertiga berangkat menuju gereja. Aku memilih duduk di paling belakang, tapi Shiho memaksaku untuk duduk di bangku paling depang bersamanya. Tak lama kemudian, beberapa teman-temannya pun datang dan gereja ini pun menjadi semakin padat. Tiba-tiba, lonceng gereja berbunyi dan mempelai pria masuk. Setelah itu, mempelai wanita pun masuk.
Kau sangat cantik Ran menggunakan gaun indah seperti itu. Aku pun tersenyum pahit. Ran pun sampai di depan altar. Pendeta pun mulai mengucapkan janji suci sehidup semati. Aku mendengar Araide-sensei menjawab, "Ya. Saya bersedia." Setelah itu, pendeta membacakan janji suci sehidup semati itu untuk Ran.
'Maafkan aku, Shinichi,' batin Ran.
"Ya. Saya bersedia."
"Dengan ini, saya sahkan kalian sebagai suami istri. Sekarang kalian boleh mencium pasangan kalian masing-masing." Mereka pun melakukan wedding kiss. Kami-sama! Araide-sensei pun menggendong Ran menuju mobilnya diikuti oleh yang lainnya. Shiho pun begitu. Melihatku yang menundukkan wajahku, Shiho bertanya padaku.
"Kudou-kun?"
"Aku akan menyusul." Tapi nyatanya, aku tak beranjak sedikit pun dari bangkuku. Pendeta yang melihatku pun bingung dan menghampiriku.
"Kenapa kau tidak menyusul mereka, nak?"
"Tidak. Bukan apa-apa."
"Cinta?" Aku mengangkat wajahku dan melihat pendeta itu tersenyum padaku.
"Ya. Aku mencintai mempelai wanita itu, tapi sayangnya dia malah menikah dengan orang lain," curhatku.
"Terkadang takdir memang sulit." Setelah berkata seperti itu, pendeta itu pun pergi. Aku memegang dadaku. Sesak. Sangat. Tanpa terasa, air mataku mengalir. Kali ini, aku tak berusaha menghapusnya. Aku biarkan saja air mataku ini mengalir. Aku tidak kuat lagi.
"RANNN!"
"Hah hah hah." Tunggu, ada apa ini? A –aku...
"Shinichi, nani ga? Kenapa? Kau mimpi buruk? Kau sampai keringatan begini," ujar Ran sambil mengelap keringatku. Tunggu! Ran? Di sampingku? Aku pun menolehkan kepalaku pelan-pelang ke arahnya. Kulihat dia sedang mengelap keringatku ini dengan wajah khawatir.
"Kau mimpi apa, Shinichi? Kau juga menangis, ya? Hi hi hi."
"Ran?"
"Iya, kenapa? Apa ada yang salah?" Aku pun segera sadar dari kebingunganku. Aku pun menceritakan semuanya dan dia malah tertawa.
"Hey, kenapa malah tertawa? Ada yang lucu?"
"Tidak. Aku hanya berpikir, bagaimana kalau itu nyata? Apa kau akan bersikap seperti itu? Ha ha ha," ujar Ran sambil tertawa, "ya sudah. Kita tidur lagi saja. Yang penting, aku bukan istri Araide-sensei, tapi istrimu. Kau juga sekarang kan sudah mempunyai Conan. Jadi jangan khawatir." Setelah berkata seperti itu, Ran pun kembali tidur.
Jadi semua tadi itu mimpi? Tanpa sadar aku tersenyum. Aku pun segera kembali tidur. Kupandangi lekat-lekat istri yang kucintai ini. Aku pun melingkarkan lenganku erat seolah tak mau kehilangannya. Akibat perbuatanku ini, Ran terbangun.
"Aku tidak mau kehilanganmu, Ran." Ran pun membalas pelukanku. Aku mengecup bibirnya sekilas dan kulihat wajahnya memerah.
"Aishiteru."
"Aishiteru mo, Shinichi" Dan setelah itu, kami berdua kembali tidur.
Langganan:
Postingan (Atom)





